PKS Klaim NasDem Beri Sinyal Membangun Duet Anies Baswedan-Sohibul Iman di dalam Pemilihan Kepala Daerah Ibukota
Jakarta – Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid, mengklaim Partai NasDem memberikan sinyal positif duet Anies Baswedan-Muhammad Sohibul Iman sebagai pasangan calon Pengurus juga Wakil Pemimpin wilayah Daerah Khusus DKI Jakarta dalam pilkada mendatang.
Saat Presiden PKS menyambangi NasDem Tower lalu, kata dia, Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh mempersilakan PKS untuk melanjutkan kiprah urusan politik Anies, yaitu dengan mengusungnya berubah menjadi calon Pemuka di dalam Pemilihan Kepala Daerah Jakarta.
“Beliau (Surya Paloh), menyatakan silakan diinformasikan sekarang,” kata Hidayat Nur Wahid melalui instruksi singkat, Rabu, 3 Juli 2024.
Karenanya, Wakil Ketua MPR yang dimaksud hakul yakin jikalau Partai NasDem akan segera bergabung di Pemilihan Kepala Daerah Jakarta, termasuk memberikan dukungan duet Anies-Sohibul Iman. Apalagi, komunikasi antar kedua partai disebut intens berjalan. “Kami harap juga yakin akan sama-sama (membentuk koalisi),” ujar Hidayat Nur Wahid.
Pada pemilihan presiden lalu, PKS dengan Partai NasDem dan juga PKB membentuk koalisi yang digunakan dinamai Koalisi Perubahan. Koalisi ini mengusung Anies Baswedan kemudian Muhaimin Iskandar sebagai pasangan calon Presiden serta Wakil Presidennya.
Namun, duet AMIN-akronim Anies-Muhaimin dikalahkan pasangan Prabowo-Gibran, meskipun unggul dari pasangan Ganjar-Mahfud yang digunakan diusung PDIP, PPP, Hanura juga Perindo. Sedangkan Prabowo-Gibran diusung oleh Partai Gerindra, Golkar, PAN, Demokrat, PBB, Partai Garuda, Gelora, PSI da Prima.
Jumat, 28 Juni lalu. Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Hermawi Taslim, membenarkan ihwal perjumpaan dengan PKS. Ia mengatakan, pertandingan yang disebutkan mengeksplorasi pelbagai hal kerjasama urusan politik kedua partai ke pilkada Ibukota kemudian Jawa Barat.
“Karena bermetamorfosis menjadi pemenang di Jakarta, PKS mengutarakan akan menggerakkan lebih besar cepat,” kata Hermawi.
Toh, lima hari berselang, partai yang mana dipimpin Ahmad Syaikhu itu mendeklarasikan Anies dan juga Sohibul Iman sebagai pasangan calon ke pilkada Jakarta, walaupun belum membentuk resmi koalisi.
PKS, walaupun bepredikat sebagai partai pemenang pada Ibukota Indonesia untuk pemilihan legislatif, nyatanya tidaklah dapat mengusung calon sendirian. Perolehan jumlah keseluruhan kursi PKS di DPRD DKI Jakarta tak mencukupi prasyarat yang digunakan ditetapkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016.
Dalam Pasal 40 Ayat (1) Undang-Undang tersebut, disebutkan bahwa kriteria untuk mengusung calon, ialah setiap partai mesti memiliki sedikitnya 20 persen dari total jumla kursi pada DPRD. Di DPRD Jakarta, total total kursi ialah berjumlah 110 kursi.
Artinya, PKS harus memiliki berjumlah 22 kursi untuk dapat mengusung duet Anies-Sohibul Iman tanpa berkoalisi. Masalahnya, perolehan kursi PKS ke DPRD Ibukota adalah banyaknya 18 kursi, diperlukan pembentukan koalisi dengan partai lain untuk menutupi jumlah keseluruhan 4 kursi yang diperlukan
Mengenai langkah urusan politik PKS, Hermawi menyatakan partainya menghormati juga menghargai apa yang mana telah dilakukan diputuskan sekondannya tersebut. Namun, NasDem belum dapat menentukan sikap resmi ihwal bergabung atau tiada dengan PKS di pilkada Jakarta.
“Keputusannya akan disampaikan dalam akhir, yaitu pada 31 Juli nanti,” ucap Hermawi.
Pilihan editor: Jokowi Resmikan PT HLI Green Power Karawang, Pabrik Baterai EV Terbesar di dalam Asia Tenggara
Artikel ini disadur dari PKS Klaim NasDem Beri Sinyal Positif Duet Anies Baswedan-Sohibul Iman di Pilkada Jakarta


