Total Pendaftar Capim kemudian Calon Dewas KPK Capai 525 Orang, Didominasi Lak-Laki
Jakarta – Pendaftaran calon pimpinan (Capim) kemudian calon komite pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK sudah pernah ditutup sejak Senin, 15 Juli 2024. Wakil Panitia Seleksi atau Pansel KPK, Arif Satria mengumumkan total total pendaftar Capim juga Calon Dewas KPK hingga penutupan mencapai 525 orang.
“Pendaftar untuk Capim mencapai 318 khalayak kemudian calon Dewas berjumlah 207 orang,” kata Arif pada penjelasan video yang digunakan diterima Tempo, Selasa, 16 Juli 2024.
Adapun rincian pendaftar Capim KPK di dalam antaranya 298 warga laki-laki serta 20 pemukim perempuan. Sementara untuk pendaftar Calon Dewas KPK terdiri dari 184 laki-laki dan juga 23 perempuan.
Arif mengungkapkan, pihaknya akan datang melakukan verifikasi dokumen yang telah lama diunggah oleh para pendaftar. Pengumuman hasil akan dikerjakan pada 24 Juli 2024 melalui laman KPK lalu Sekretariat Negara.
Ia juga mengimbau terhadap masyarakat agar memberikan masukan lalu tanggapan terhadap Pansel KPK terhadap nama-nama calon yang dimaksud mendaftar. “24 Juli sampai 24 Agustus, kami harapkan masukan dan juga tanggapan masyarakat,” ujarnya.
Eks komisioner KPK, Chandra M. Hamzah, membicarakan Pansel KPK harus memperhatikan keterwakilan perempuan pada menyeleksi kandidat pimpinan KPK periode yang tersebut akan datang. Menurut dia, perspektif perempuan akan menjadi penting di upaya-upaya penanganan lalu pencegahan korupsi pada tanah air.
“Komposisi yang mana ada, ada baiknya ada perempuannya. Kenapa ini berubah jadi penting, kalau bahasa gaulnya, supaya pimpinan KPK tidaklah menjadi boys club,” kata Chandra di diskusi daring yang tersebut diselenggarakan Pusat Studi Hukum juga Kebijakan (PSHK) pada Senin, 15 Juli 2024.
Chandra berujar keberagaman sudut pandang adalah salah satu aspek penting pada perjalanan KPK. Menurut dia, pimpinan KPK tak sanggup dipilih dari latar belakang yang dimaksud semua sama.
Contohnya, kata Chandra, para pimpinan KPK nantinya tiada bisa saja hanya saja penduduk yang dimaksud berlatar belakang hukum atau berpengalaman pada penindakan. “Perlu ada warga yang mana mengerti pendidikan, harus ada pemukim yang digunakan mengerti sistem, perkembangan sistem, mengerti kultur, menyosialisasikan pemberantasan korupsi,” ucap komisioner KPK periode 2007-2011 itu.
Selain latar belakang gender, Chandra menganggap keberagaman latar belakang profesi juga dibutuhkan pada kepemimpinan KPK. Dia mengutarakan pos komisioner KPK nantinya tidaklah dapat diisi belaka oleh orang-orang yang mana berlatar belakang penegak hukum. Dia menyarankan tokoh-tokoh lembaga pendidikan hingga auditor juga bisa jadi melengkapi komposisi pimpinan KPK periode 2024-2029.
SULTAN ABDURAHMAN
Pilihan editor: Alasan Ketua KPK Nawawi Pomolango Tak Ikut Seleksi Capim
Artikel ini disadur dari Total Pendaftar Capim dan Calon Dewas KPK Capai 525 Orang, Didominasi Lak-Laki



