Joseph Agbeko, King Kong Ghana Pensiun gara-gara Dikecewakan WBO

Profil Joseph Agbeko, mantan juara tinju IBF yang digunakan gantung sarung tinju akibat kecewa jalan menuju perebutan penghargaan digagalkan WBO . Setelah empat tahun vakum, Joseph “King Kong” Agbeko memutuskan untuk berhenti dari olahraga yang digunakan telah lama membuatnya terkenal di dalam Ghana.
Joseph Agbeko, 44 tahun, mengumumkan pengunduran dirinya dari dunia tinju pada sebuah wawancara dengan BoxingScene. “Ya, saya telah pensiun. Saya sudah ada lama memutuskan untuk berhenti bertinju, namun saya belum mengumumkannya secara resmi,” ujar Agbeko.
“Tinju adalah olahraga di area mana bukan ada yang digunakan harus mempensiunkan Anda. Anda harus pensiun sendiri, sebab ini adalah olahraga yang dimaksud harus Anda berikan atau terima. Ketika Anda mulai merasakan sakitnya pukulan, maka Anda harus tahu bahwa tubuh Anda tak dapat menerimanya lagi. Maka anda harus menjauh dari itu, sebab lebih tinggi baik pensiun dan juga menjalani hidup yang sehat daripada menempatkan diri anda di dalam melawan ring juga terluka,”paparnya.
Pengumuman pensiun Agbeko ini datang empat tahun setelahnya pertandingan terakhirnya pada menghadapi ring, melawan Albert Commey pada tahun 2020. Commey kalah TKO pada ronde kelima dari legenda tinju Ghana itu di dalam kampung halamannya, Accra, Ghana.
Agbeko dari Ghana menjadi juara dunia kelima dari negaranya, pada tahun 2007, pasca David Kotei, Azumah Nelson, Ike Quartey juga Alfred Kotey. Pada usia 27 tahun, Agbeko menghentikan perlawanan petinju Nikaragua, Luis Alberto Perez, pada tujuh ronde untuk menjadi pemegang gelar kejuaraan juara kelas bantam IBF – penghargaan yang digunakan dipertahankannya dua kali sebelum kalah dari petinju Kolombia, Yonnhy Perez, dua tahun kemudian.
Agbeko menggunakan klausul pertandingan ulang untuk mendapatkan kembali gelarnya 14 bulan kemudian. Namun, ia kemudian kehilangan sabuk IBF lagi dari petinju Meksiko Abner Mares pada tahun 2011.
Kekalahan yang dimaksud mengakhiri kejayaannya sebagai pemegang penghargaan juara dunia pasca ia gagal merebut kembali peringkat yang dimaksud pada pertarungan ulang empat bulan kemudian. Agbeko menghadapi banyak petarung hebat di dalam usia 118 tahun selama masa kejayaannya, termasuk pada kekalahan bilangan bulat mutlak 12 ronde dari Guillermo Rigondeaux selama Kuba pada tahun 2013.
Sejak ketika itu, Agbeko baru kembali mendekati penghargaan juara dunia lagi pada tahun 2021, pada waktu ia mengungguli serta mempertahankan peringkat kelas bantam WBO Afrika sebanyak tiga kali. Ketika pertarungan perebutan gelar kejuaraan juara dunia gagal terwujud, Agbeko menyalahkan WBO yang mana sengaja menggagalkan kariernya walaupun ia berada di area peringkat tiga besar oleh badan pemberi sanksi tersebut.
Baca Juga: Terence Crawford Juara Planet Tinju 4 Divisi yang mana Tak Terkalahkan
Kini, Agbeko telah lama mengalihkan perhatiannya untuk membimbing generasi petinju Ghana berikutnya untuk mencapai kemungkinan penuh mereka. Ia ketika ini terfokus untuk mengembangkan karier Theophilus Allotey juga petarung amatir Benedict Badu.
“Saya tertarik untuk membimbing petinju muda,” katanya. “Membimbing petinju muda, remaja serta amatir untuk mencapai prospek penuh merekan juga memverifikasi bahwa merekan dapat mencapai impian merekan sehingga mereka dapat sukses di apapun yang mana merekan lakukan.”
“Sejauh ini, saya mempunyai dua petinju di area bawah bimbingan saya. Ada Theophilus Allotey, yang merupakan anggota Black Bombers [tim tinju amatir nasional Ghana]. Dia telah dilakukan menjadi petinju profesional lalu sudah meraih kemenangan tiga pertarungan lalu terus meningkat. Selain itu, Benedict Badu, yang mana merupakan petinju kelas berat ringan di area jajaran amatir, juga akan menjalani debut profesionalnya sebelum akhir tahun ini, jadi saya sedang melatih mereka itu berdua untuk ketika ini.”




