Makan Bergizi Gratis, Indef: Jika Dihitung Seperti Bangun IKN Hampir Rp500 triliun

JAKARTA – Peneliti Center of Industry, Trade, and Investment Indef Ariyo D.P. Irhamna menilai acara Makan Bergizi Gratis bisa jadi menelan anggaran sekitar Rp400-500 triliun.
Menurut Ariyo, kegiatan prioritas era Presiden terpilih Prabowo Subianto ini, baru terucap juga ada dugaan pada waktu itu belum dihitung secara detail, akhirnya memproduksi bingung sejumlah pihak.
“Karena ketika dihitung ternyata total anggarannya ini sekitar Rp400-500 triliun yang digunakan berarti hampir mendekati anggaran pembangunan IKN. Jadi sangat besar. Sedangkan kondisi ekonomi yang dimaksud tidak ada terlalu bagus ya saya kira akan berat mendesain inisiatif tersebut,” ungkap Ariyo di diskusi masyarakat Indef, Hari Minggu (18/8/2024).
Di sisi lain tahun depan menurut Ariyo, ruang fiskal kita sangat terbatas yang tersebut untuk kewajiban pembayaran utang yang hampir Rp800 triliun. Kemudian ada janji untuk kenaikkan pendapatan ASN.
“Nah menurut saya pasca pelantikan Pak Prabowo ini perlu menjelaskan lagi janjinya. Utamanya mengenai makan bergizi gratis agar dikarenakan saya yakin publik menanti penjelasan kegiatan ini ya. Untuk memberikan kejelasan juga ini penting juga untuk mendapatkan trust awal dari masyarakat kemudian pasar,” kata Ariyo.
Penjelasan yang dimaksud dinilai penting oleh Indef sebab proses perencanaan seperti apa perlu dijelaskan. Sehingga proses perencanaan inisiatif Makan Bergizi Gratis yang digunakan ketika ini sedang berlangsung menjadi sangat penting kemudian bagaimana memberikan pengingat kondisi fiskal juga dunia usaha domestik publik yang digunakan penuh tekanan.
“Kita baru minggu lalu pemerintah meninggikan nilai BBM. Kemudian ada PHK massal juga. Jadi kondisi dunia usaha memang benar penuh tekanan ya,” ujar Ariyo.
“Sehingga menurut saya nanti ketika dilantik Pak Prabowo perlu menyampaikan ini. Serta rakyat menanti ya lalu pelaksanaanya nanti mudah sekali disoroti kemudian dinilai oleh publik ya,” imbuhnya.
Ariyo melanjutkan, selain ketersediaan fiskal, perlu juga penjelasan terkait kualitas makanan dan juga penyajian. Di sisi lain juga bagaimana makanan ini dimasak menjadi penting.




