Tyson Fury Kalah Lagi Lawan Usyk? Tony Bellew: Mimpi Paling Rendah Dia

Balas dendam Tyson Fury mampu berubah menjadi mimpi buruk pada waktu duel ulang dengan Oleksandr Usyk menurut mantan juara dunia, Tony Bellew. Dia memberi peringatan Tyson Fury bahwa ia akan mengalami mimpi terburuknya di pertarungan ulang dengan Oleksandr Usyk pasca hampir terkena KO pada pertarungan pertama.
Warisan sang Raja Gipsi bergantung pada laga ulang yang dimaksud akan diselenggarakan 21 Desember mendatang. ‘The Gypsy King’ mengalami kekalahan split decision di pertarungan bersejarahnya melawan petinju negara Ukraina yang disebutkan pada bulan Mei lalu, yang menjadikannya sebagai penguasa divisi kelas berat yang dimaksud tak terbantahkan di hampir 25 tahun terakhir.
Dan, Fury, yang digunakan hampir cuma kalah KO pada ronde kesembilan, bersumpah akan membalas kekalahan profesional pertamanya tersebut. Namun mantan juara kelas penjelajah WBC itu tidaklah meninjau hal itu akan terjadi, katanya terhadap iFL TV: “Jika saya boleh jujur, apakah saya pikir ia akan menang? Tidak.”
Bellew meyakini bahwa petinju kidal yang tersebut licin, Usyk, akan menjalani laga yang lebih besar mudah untuk kedua kalinya, serta akan menimbulkan Fury tertekan sejak awal. ‘The Bomber’ melanjutkan: “Saya rasa beliau akan kalah lagi, serta kali ini, saya rasa beliau akan kalah dengan sangat, sangat jelas. Karena Usyk, kali ini, akan bertahan, dan juga itu adalah mimpi terburuk bagi Tyson Fury, oleh sebab itu itu adalah salah satu hal yang tersebut tiada dapat beliau kendalikan.”
“Anda harus mengerti, ia menekan sepanjang pertarungan. Ia menjatuhkan pria setinggi 205 cm, dengan berat badan itu. Ia menjatuhkannya kemudian merundungnya.”
Tyson Fury, 36, sukses menyerang tubuh Usyk pada ronde-ronde awal sebelum keadaan berbalik pada ronde kesembilan lalu meyakini bahwa ia meraih kemenangan laga ini. ”Saya pikir saya meninju kepalanya di tempat sebagian besar ronde,” kata mantan juara dunia kelas berat versi WBC dan juga WBA ini.
”Ia mendaratkan pukulan yang tersebut bagus pada ronde kedelapan, yang dimaksud mematahkan hidung saya. Pada ronde kesembilan, ia unggul 10-8, juga saya memberinya ronde kesepuluh. Selain itu saya tiada memberinya ronde lain, saya memberinya ronde delapan, sembilan serta sepuluh.”




