Setahun Luncurkan 50 Mobil Listrik Baru, China Siap Perang dengan Negeri Matahari Terbit

WAHYU BUDI SANTOSO – Produsen kendaraan listrik China setiap saat bergerak untuk meluncurkan model-model baru, seiring upaya merekan untuk mengalah bidang otomotif Jepang.
Namun, biaya pengembangan yang digunakan tinggi lalu pertempuran nilai yang brutal menyulitkan sebagian besar perusahaan untuk memperoleh keuntungan.
Lebih dari 50 model listrik murni juga hibrida plug-in baru diperkirakan akan memasuki lingkungan ekonomi daratan China pada tahun 2024, menurut Suolei, sebuah perusahaan penasihat di area Shanghai.
Hanya sedikit yang mana mampu memunculkan pemasaran yang cukup untuk mengimbangi biaya pengembangannya.
“Para pembuat mobil harus mengajukan pertanyaan sulit terhadap diri mereka sendiri: apakah layak menginvestasikan miliaran yuan untuk mengembangkan mobil baru yang tersebut tak dapat menghasilkan kembali pemasaran besar kecuali ditawarkan diskon besar,” kata Eric Han, manajer senior pada Suolei, penasihat perusahaan dalam Shanghai seperti dilansir dari SCMP, Kamis (19/9/2024).
“Bagaimanapun, pangsa telah penuh dengan komoditas serupa, beberapa di area antaranya akan tersingkir dalam berada dalam persaingan yang mana ketat.” beliau menambahkan
Di bursa otomotif dan juga kendaraan listrik terbesar pada dunia, model-model baru yang dimaksud dilengkapi sistem pengemudian otonom canggih juga jarak berkendara yang dimaksud tambahan sangat jauh dapat menarik ribuan pemesanan pada beberapa hari pasca peluncuran pra-penjualan, didorong oleh meningkatnya minat konsumen muda terhadap mobil ramah lingkungan selama dua tahun terakhir. bertahun-tahun.
“Model-model baru biasanya memberikan dorongan terhadap pelanggan produsen mobil, namun yang tersebut tambahan penting, pemotongan nilai terbukti menarik bagi pembeli,” kata David Zhang, sekretaris jenderal International Intelligent Vehicle Engineering Society.
“Harga yang digunakan tambahan rendah menambah tekanan pada perusahaan, dikarenakan banyak dari dia perlu mengempiskan kerugian untuk bertahan di dalam lingkungan ekonomi yang mana brutal.” ia menambahkan.



