Pelatih Venezia Isyaratkan Jay Idzes Starter Lawan AC Milan

MILAN – Pelatih Venezia, Eusebio Di Francesco, memberikan isyarat akan memainkan Jay Idzes sejak awal melawan AC Milan di dalam pekan keempat Kompetisi Italia 2024/2025. Sebab, bek Timnas Indonesia tidak ada masuk pada daftar pemain yang digunakan diragukan tampil oleh Di Francesco.
Venezia akan bertandang ke markas AC Milan dalam Stadion San Siro pada Mingguan (15/9/2024) dini hari WIB. Ini adalah menjadi laga penting bagi kedua kesebelasan dikarenakan belum mencicipi kemenangan di tiga laga awal Kejuaraan Italia 2024/2025.
Jelang laga tersebut, Di Francesco menyebutkan dua pemain belakangnya, yakni Marin Sverko dan juga Giorgio Altare diragukan tampil dikarenakan tidak ada fit. Hal ini sekaligus menjadi sinyal kalau Jay Idzes berpotensi main sejak awal.
“Kami memiliki beberapa keraguan untuk besok, ada hambatan kecil yang dimaksud perlu dievaluasi untuk Sverko serta Altare. Bjarkason tak akan hadir dikarenakan ia baru menjalani operasi, Haps juga masih perlu dievaluasi,” kata Di Francesco, mengutip dari Tutto Venezia Sport, Hari Sabtu (14/9/2024).
Lebih lanjut, Di Francesco sadar AC Milan sedang tiada pada performa terbaiknya. Namun menurut dia, pasukan polesan Paulo Fonseca itu tetap saja merupakan regu kuat.
Terlebih merekan akan bermain pada hadapan publiknya yang mana pasti menciptakan pemain semakin percaya diri. “Sangat berbahaya pada fase ofensif lalu dia akan bermain di area depan 70 ribu penonton,” tutur dia.
“(AC Milan) Mereka sedang kesulitan, tetapi apabila kita mengamati angka-angka, merekan adalah regu yang digunakan menciptakan kesempatan terbanyak untuk mencetak gol. Sebuah regu dengan banyak alternatif dan juga pemain penting,” katanya.
Kaena itu, Di Francesco pun mengingatkan untuk Jay Idzes juga kolega untuk fokus penuh menjalani laga kontra AC Milan. Dia tidaklah ingin anak asuhnya terpengaruh dengan teror-teror yang tersebut diberikan pendukung Rossoneri -julukan AC Milan.
“Para pemain saya harus memiliki kekuatan untuk tidak ada terlalu terpengaruh oleh lingkungan sekitar serta fokus hanya sekali pada pertandingan,” tandas Di Francesco.




