China Temukan Harta Karun Langka di tempat Daerah Termiskin, Simpan Cadangan hingga 5 Juta Ton

JAKARTA – China menemukan cadangan elemen tanah jarang sekitar 5 jt ton dalam berada dalam meningkatnya persaingan global khususnya dengan Amerika Serikat (AS) menyusul penemuan di area Provinsi Sichuan.
Para ahli tanah jarang mengungkapkan pada sebuah simposium China Rare Earth Group bahwan 4,96 jt ton tanah jarang yang dimaksud penting untuk pengembangan teknologi, mulai dari kendaraan listrik hingga turbin angin, robot, serta senjata militer telah lama ditemukan di dalam prefektur otonomi Liangshan Yi, yang digunakan merupakan salah satu tempat termiskin di area China.
China adalah produsen terbesar di area dunia untuk elemen tanah jarang, yang tersebut mencakup 17 oksida logam, dengan 44 jt ton deposit, menurut US Geological Survey.
“Dalam menghadapi situasi baru persaingan internasional, kelompok ini akan tetap memperlihatkan memperhatikan kepentingan bangsa yang lebih tinggi besar, untuk memberikan kontribusi baru yang tersebut signifikan di menjaga keamanan sumber daya tanah jarang China,” kata China Rare Earth Group, yang mana merupakan badan usaha milik negara, dilansir dari SCMP, Rabu (18/9/2024).
Baca Juga: Iran Tuding negeri Israel Melakukan Pembunuhan Massal dengan Meledakkan Pager Hizbullah
Dominasi tanah jarang China semakin meningkatkan perasaan khawatir geopolitik dalam sedang meningkatnya persaingan teknologi antara China dan juga AS.
“Industri tanah jarang di tempat China juga harus mengalami perkembangan ke sektor hilir, meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya, juga meningkatkan keunggulan teknologi perusahaan,” ujar ekonom Pan Helin.
Negara dengan perekonomian terbesar kedua di area dunia ini sudah pernah membatasi pasokan lalu ekspor elemen tanah jarang, yang mana pada awal tahun ini diidentifikasi oleh Kementerian Ketenteraman Negara sebagai sumber daya mineral strategis yang terkait secara langsung dengan keamanan nasional.
Pan Helin, individu ekonom dan juga penasihat Kementerian Industri dan juga Teknologi Informasi, mengungkapkan untuk China Securities Journal milik pemerintah pada hari Hari Sabtu bahwa penemuan di area Sichuan akan meningkatkan keunggulan sumber daya China pada bursa tanah jarang global.
“Meskipun mengkonsolidasikan keunggulan sumber daya sangat penting, bidang tanah jarang China juga harus mengalami perkembangan ke sektor hilir, meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya, serta meningkatkan keunggulan teknologi perusahaan,” kata Pan.




