Bandung Zoo catat kenaikan pengunjung 70 persen pada libur Lebaran

Pusat Kota Bandung – Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo Jawa Barat mencatat kenaikan jumlah total pengunjung mencapai 70 persen, yakni dari 2.950 warga pada hari biasa bermetamorfosis menjadi 9.800 wisatawan pada waktu libur Lebaran 2025.
“Saat ini, total pengunjung telah mencapai sekitar 9.800 orang. Jadi, dibandingkan dengan hari biasa, ini telah meningkat sekitar 70 persen,” kata General Manager Bandung Zoo Peter Arbeny di Bandung, Kamis.
Kenaikan pengunjung mulai muncul sejak H+1 Lebaran atau Selasa 1 April 2025 juga diperkirakan semakin sibuk hingga mendekati berakhirnya cuti bersatu pada akhir pekan.
“Biasanya, berdasarkan catatan tahun-tahun sebelumnya, lonjakan pengunjung terbentuk pada H+2 hingga H+4 Lebaran. Saya prediksi puncaknya akan terjadi pada hari Sabtu,” kata dia.
Guna mengantisipasi lonjakan pengunjung, Bandung Zoo sudah pernah membuka dua pintu masuk, yakni Gerbang Garuda juga Gerbang Ganesha, guna mengurai antrean kemudian mempercepat akses wisatawan.
Selama libur Lebaran, Bandung Zoo menetapkan harga jual tiket masuk sebesar Rp65.000 per orang, naik dari harga jual akhir pekan biasa yang tersebut sebesar Rp60.000.
“Kenaikan tiket ini belaka berlaku pada waktu periode libur Lebaran saja,” katanya.
Menurut beliau bahwa wisatawan yang datang ke Bandung Zoo pada masa libur panjang kali ini didominasi dari wilayah Jawa Barat dan juga sekitarnya.
“Pada hari pertama Lebaran, sejumlah pengunjung dari Jabodetabek. Sedangkan pada H+2 juga H+3, mayoritas pengunjung berasal dari Bandung Raya," katanya.
Selain itu, Peter mengungkapkan pada musim libur Lebaran 2025, telah dilakukan diterbitkan kebijakan baru, yakni melarang kegiatan makan bersama.
Makan bersatu itu yang mana biasa direalisasikan masyarakat tiap tahun pada sana untuk mengisi waktu libur Lebaran sama-sama keluarga.
Dia mengutarakan bahwa pada 2025, sudah diterapkan kebijakan yang dimaksud dengan dengan pelarangan menyebabkan tikar lalu makanan dari luar area kebun binatang.
Hal itu demi menyimpan kebersihan lalu kenyamanan lingkungan di dalam area kebun binatang.
"Kita pertimbangkan kebijakan pelarangan botram (tradisi makan sama-sama dari Bahasa Sunda) itu pada momen liburan seperti Lebaran 2025 ini lantaran dengan adanya lonjakan pengunjung terdapat kesulitan yang digunakan dihadapi, yakni timbunan sampah yang mana memang benar sedang berubah jadi perhatian kita," imbuh dia.
Artikel ini disadur dari Bandung Zoo catat kenaikan pengunjung 70 persen pada libur Lebaran




