Kecelakaan Truk Tesla Semi: Api Dipadamkan dengan 189.000 Liter Air, Tutup Jalan 15 Jam

AMERIKA – Penyelidikan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional terhadap kebakaran truk listrik Tesla Semi mengungkap banyak fakta baru.
Bulan lalu, truk Tesla Semi mengalami kecelakaan dan juga terbakar. Dampaknya, jalan arteri Interstate 80 California ditutup hingga 15 jam.
Dalam laporan awal, NTSB mengungkapkan bahwa pemadam kebakaran CAL Fire membutuhkan 189.000 liter air untuk memadamkan apinya.
Sebagai perbandingan, 189.000 liter air serupa dengan sebuah kolam renang kecil untuk anak-anak. Jika satu bathtub rata-rata menampung 500 liter air, maka 189.000 liter air setara 378 bathtub.
Dengan kata lain, 189.000 liter air adalah jumlah keseluruhan yang dimaksud sangat besar serta dapat digunakan untuk berbagai keperluan, mulai memadamkan kebakaran besar hingga memenuhi permintaan air sehari-hari sebuah komunitas kecil.
Menyiram Air untuk Mendinginkan Baterai

Tabrakan tunggal yang melibatkan truk listrik Tesla Semi bulan lalu butuh 189.000 liter air untuk memadamkan lalu butuh pesawat untuk menjatuhkan penghambat api dari udara. Demikian laporan awal dari Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS.
Kecelakaan yang digunakan terjadi dalam Interstate 80 California pada sebelah barat Danau Tahoe, terus diselidiki oleh NTSB. Mereka mengumumkan bahwa CAL Fire berupaya keras untuk memadamkan api dan juga mendinginkan sel besar kendaraan untuk mencegahnya menyala kembali serta menyebar ke luar lokasi kecelakaan.
Truk Tesla Semi sedang menuju ke pabrik akumulator perusahaan di area Sparks, Nevada, dari sebuah gudang di dalam Livermore, California.
CEO Tesla Elon Musk pertama kali memamerkan desain truk Semi pada sebuah acara dalam November 2017, dengan menjanjikan akan dipasarkan pada 2020. Korporasi yang dimaksud masih belum mulai memproduksi truk pada ukuran besar, tetapi sedang memulai pembangunan jalur produksi di dalam fasilitasnya di tempat Nevada.
“Persiapan pabrik Semi terus berlanjut kemudian sesuai rencana untuk memulai produksi pada akhir 2025,” kata Tesla pada laporan pendapatan kuartal keduanya pada bulan Juli.
Laporan NTSB mengonfirmasi bahwa sistem bantuan pengemudi Tesla, yang mana dipasarkan sebagai Autopilot juga Full Self-Driving (Supervised) pada AS, tidak ada “beroperasi” pada ketika tabrakan dankebakaranSemi.



