Bersaing dengan Impor, E-Commerce Didorong Terus Berdayakan UMKM

JAKARTA – Seiring dengan pesatnya pertumbuhan e-commerce dalam Indonesia, sejumlah perusahaan lokal menarik perhatian mitra internasional. Proses bergabung dengan perusahaan global ini banyak kali dianggap sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas serta jangkauan pasar. Namun, hal ini juga memunculkan perasaan khawatir mengenai dampaknya terhadap komitmen perusahaan terhadap pangsa lokal serta UMKM.
Salah satu kegelisahan yang digunakan muncul adalah ketergantungan platform digital e-commerce pada mitra internasional, yang tersebut dapat menyebabkan ketidakstabilan operasional jikalau mitra global menghadapi kesulitan atau melakukan pembaharuan kebijakan. Selain itu, fokus yang berlebihan pada pangsa global dapat mengakibatkan pengabaian terhadap keinginan juga preferensi konsumen domestik, dan juga penurunan kualitas barang atau layanan dalam lingkungan ekonomi lokal.
Untuk menangani kegelisahan ini, perhatian dari semua pihak, termasuk pemerintah, perusahaan besar, dan juga UMKM, sangat diperlukan agar pertumbuhan e-commerce tidaklah hanya saja memberikan keuntungan global tetapi juga membantu perkembangan lingkungan ekonomi lokal.
“Pasar e-commerce kita memang sebenarnya masih cukup sejumlah dikuasai asing. Kehadiran pemodal asing tentunya akan semakin menyemarakkan peluncuran penanam modal asing pada habitat digital kita. Namun, kita harus mengamati ini sebagai potensi untuk menguatkan sektor lokal dengan memanfaatkan pengembangan kemudian teknologi yang dibawa oleh mitra internasional. Sebagai perusahaan terbuka, penampilan pemodal asing yang tersebut mampu meningkatkan kinerja perusahaan tentu tak menjadi masalah, selama aturan yang dimaksud ada tetap saja dipatuhi,” ujar Direktur Sektor Bisnis Digital di tempat Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda pada pernyataan tertulis, Rabu (21/8/2024).
“Yang penting adalah bagaimana kita menjaga agar barang impor tiada semakin deras masuk ke pangsa kita. otoritas perlu menerbitkan peraturan mengenai tagging barang di tempat platform digital online commerce, baik di dalam lokapasar maupun sosial commerce. Ini adalah akan memudahkan kita di mengidentifikasi barang impor serta menetapkan kebijakan terkait. Selain itu, penerapan pajak konsumsi khusus kemudian pembatasan diskon pada produk-produk asing akan memperkuat komoditas lokal, sekaligus memacu perkembangan UMKM domestik.”
Baca Juga: Bea Cukai Beberkan Aturan Main Barang Kiriman dari Luar Negeri, Awas Kena Denda
Kerja identik antara perusahaan e-commerce lokal serta mitra internasional tiada harus mengubah arah positif yang digunakan telah lama ada. Banyak perusahaan e-commerce lokal yang mana bergabung dengan perusahaan global mampu menciptakan sinergi antara teknologi juga kepekaan lokal. Pendekatan ini memungkinkan merekan untuk menguatkan identitas lokal sambil memanfaatkan sumber daya global untuk kemajuan bersama.
Menurut riset INDEF pada Desember 2023, dari 254 responden UMKM, 83,46% mengungkapkan kurangnya keterampilan tenaga kerja pada pemakaian media digital, lalu 96,46% mengalami ketatnya persaingan antar pelaku usaha pada sistem digital. Di sisi lain, kolaborasi dengan perusahaan global memberikan akses yang digunakan lebih tinggi baik bagi UMKM ke lingkungan ekonomi yang dimaksud lebih lanjut luas serta teknologi canggih. Inovasi seperti alat analitik membantu pelaku perniagaan lokal memahami tren pangsa kemudian preferensi konsumen, sementara pelatihan serta dukungan dari perusahaan e-commerce dapat meningkatkan efisiensi operasional juga keterampilan kegiatan bisnis UMKM.
Contoh nyata dari hal ini adalah Tokopedia, yang tersebut bergabung dengan ByteDance pada awal tahun 2024. Dengan dukungan ByteDance, Tokopedia memperkenalkan fitur-fitur inovatif seperti live shopping, yang memungkinkan pelaku perniagaan berinteraksi segera dengan konsumen melalui video live-streaming, dan juga terus menggalang pergerakan Beli Lokal.
Baca Juga: Jadi Incaran Gen-Z! Intip Harga Terbaru Iphone 8, 11 Pro juga 13 Beserta Spesifikasinya
Data menunjukkan bahwa sektor UMKM berkontribusi sekitar 61% terhadap Barang Domestik Bruto (PDB) Indonesia, kemudian tambahan dari 97% dari total lapangan kerja pada negara ini diserap oleh UMKM. Pendukung juga akses ke bursa global melalui sistem e-commerce memberikan dorongan signifikan bagi peningkatan sektor ini. Dengan strategi yang dimaksud tepat, kerja sebanding internasional dapat berfungsi sebagai jembatan antara bursa lokal lalu global, meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha kecil, lalu menguatkan tempat sektor ekonomi lokal di dalam dunia yang dimaksud semakin terhubung.




