Kotak Kosong Menang, Kapan pemilihan gubernur Ulang?

JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mencatatkan setidaknya ada 43 wilayah yang mana akan menyajikan pertarungan calon tunggal melawan kotak kosong dalam pemilihan gubernur 2024. Jika kotak kosong menang, kapal pilkada ulang digelar?
Pembina Perkumpulan untuk Pemilihan Umum dan juga Demokrasi ( Perludem ) Titi Anggraini mendesak KPU menyebabkan jadwal pemilihan umum atau pilkada ulang pada tahun 2025. Menurutnya, tidak ada masuk akal jikalau pilkada ulang dijalankan 5 tahun berikutnya.
Titi menyinggung Pasal 54 D ayat (3) Undang-undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016, yang digunakan berbunyi pemilihan berikutnya sebagaimana dimaksud pada ayat (2), diulang kembali pada tahun berikutnya atau dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang mana dimuat di peraturan perundang-undangan. Dia menekankan, kalimat ‘diulang kembali pada tahun berikutnya’ pada pasal tersebut.
“Oleh dikarenakan itu, di penalaran yang sangat wajar, yang sangat terang benderang yang digunakan sangat logis begitu ya, maka kalau calon tunggal kalah ia diulang kembali pada tahun berikutnya. Artinya, kalau ia kalah pada 2024, pilkada berikutnya 2025,” ujar Titi pada webinar dalam kanal YouTube Consideran, Akhir Pekan (1/9/2024).
Menurut Titi, sangat bukan masuk akal kalau pilkadanya baru diulang tahun 2029 lalu menanti lima tahun membiarkan area dipimpin oleh penjabat kepala daerah.
Titi menjelaskan, pilkada ulang tahun 2025 itu agar di dalam suatu tempat dapat mempunyai pemimpin definitif. Hal ini juga penting agar jadwal perkembangan tempat bisa jadi berjalan dengan baik
“Pemerintah hanya ingin menyegerakan pelantikan hasil pemilihan gubernur 2024 dikarenakan ingin mendapatkan kepala wilayah secara definitif,” ujarnya.
Maka dari itu, di konteks ini, mestinya yang digunakan diutamakan adalah menyegerakan adanya kepemimpinan tempat definitif. Jangan sampai pilkada justru dilaksanakan tahun 2029. Menurutnya, jikalau pilkada ulang dilaksanakan 2029, hal yang disebutkan justru menyandera pemilih di dalam pemilihan kepala daerah 2024.
“Daripada penjabat menjadi pemimpin lima tahun pilkada yang dimaksud masih lama ya, kita pilih calon tunggal belaka jangan seperti itu,” pungkasnya.



