Kemenko Perekonomian Rayakan HUT ke-58, Airlangga Curhat Hadapi Pandemi dengan Melebarkan Defisit Anggaran
Jakarta – Menteri Koordinator Area Perekonomian Airlangga Hartarto merayakan hari ulang tahun atau HUT Kemenko Perekonomian dalam kantornya hari ini. Dalam sambutannya, Airlangga berbagi kisah pada waktu Kemenko Perekonomian sebagai nahkoda perekonomian nasional menghadapi pandemi Covid-19.
Politikus Partai Golkar yang disebutkan mengutarakan ada dua langkah yang dimaksud akhirnya harus ditempuh untuk mengatasi krisis. “Untuk pertama kali kita melakukan upaya penanganan dengan cara yang digunakan tidaklah biasa, yaitu mengeluarkan Perpu (Peraturan pemerintahan Pengganti Undang-Undang) dan juga juga melebarkan defisit anggaran,” kata Airlangga pada perayaan HUT Kemenko Perekonomian di dalam kantor Kemenko Perekonomian, Kamis, 25 Juli 2024.
Di ketika itu, Airlangga melanjutkan, Indonesi mampu mendongkrak peningkatan perekonomian 7 persen pada satu kuartal. Hal itu terjadi pada tahun kedua pasca pandemi. Kini, pertumbuhan kegiatan ekonomi dijaga pada level 5 persen. Berkaca dari hal itu, Airlangga meyakini pertumbuhan perekonomian besar kemungkinan besar untuk diraih.
Covid-19 terbentuk pada awal pemerintahan Kabinet Indonesia Maju lalu jadi pengalaman bagi Kemenko Perekonomian yang dimaksud membawahi 8 kementerian. Konsekuensi di dalam bermacam sektor berubah menjadi tantangan luar biasa. “Karena seluruh bumi tidak ada punya referensi,” kata Airlangga.
Perpu Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara serta Kelancaran Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona 2019 resmi diterbitkan pada Maret 2021. Melansir laman resmi Kementerian Keuangan disebutkan kebijakan ini sebagai upaya mitigasi dampak dari pandemi.
Refocusing anggaran diatur dengan defisit yang tersebut melampaui 3 persen dari Layanan Domestik Bruto atau Produk Domestik Bruto sampai tahun anggaran 2022. Hal ini dirancang di bentuk acara Pemulihan Sektor Bisnis Nasional (PEN) untuk mengatasi krisis.
Dari kebijakan tersebut, realisasi defisit APBN 2020 melonjak dari tahun sebelumnya hingga Mata Uang Rupiah 947,6 triliun atau sekitar 6 persen dari PDB. Lonjakan yang dimaksud akibat sisi jumlah agregat pendapatan yang mana merosot serta dari sisi belanja yang tersebut naik. Kebijakan pelonggaran defisit yang dimaksud yang mana hanya sekali berlaku hingga 2022.
Ekonom sekaligus Rektor Universitas Paramadina Didik J. Rachbini sempat mengkritisi aturan itu. “Perpu 1 pada 2020 dengan alasan covid adalah kesalahan sejarah tindakan APBN, yang mana dampaknya mampu sampai 2-3 periode kepresidenan,” kata beliau disitir dari pernyataan resminya pada Rabu, 24 Juli 2024.
Akibatnya, ketika ini Indonesia menanggung beban utang super berat. Tahun depan utang jatuh tempo akibat kebijakan pembiayaan yang dimaksud mencapai Simbol Rupiah 800 triliun. Menurut Didik J. Rachbini, bunga yang dimaksud harus dibayar juga menguras pajak rakyat.
Artikel ini disadur dari Kemenko Perekonomian Rayakan HUT ke-58, Airlangga Curhat Hadapi Pandemi dengan Melebarkan Defisit Anggaran




