Babel Usul ke Jokowi Royalti Timah Dinaikkan Jadi 5%

JAKARTA – Pj Gubernur Bangka Belitung, Safrizal, mengusulkan adanya kenaikan royalti timah dari 3% menjadi 5% terhadap Presiden Jokowi. Usulan kenaikan royalti timah ini disampaikan usai pengarahan terhadap gubernur seluruh Indonesia di dalam Ibu Perkotaan Nusantara (IKN) belum lama ini.
“Royalti hasil tambang timah yang digunakan hanya saja sebesar 3% sebagaimana diatur pada PP Nomor 26 Tahun 2022 dirasakan belum proporsional. Sehingga tiada sebanding dengan dampak yang ditimbulkan khususnya terkait lingkungan dan juga daya ungkit bagi kesejahteraan penduduk Babel,” ujar Safrizal pernyataan resmi, Kamis (15/8/2024).
Menurut dia, tata kelola niaga timah merupakan sektor utama yang digunakan sangat berpengaruh pada aktivitas perekonomian rakyat di dalam Kepulauan Bangka Belitung. Sebaliknya, royalti hasil penambangan timah yang digunakan selama ini diterima dengan persentase 3 persen dirasa terpencil dari hitungan ideal.
Berdasarkan PP Nomor 26 Tahun 2022 tentang Jenis dan juga Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang digunakan Berlaku pada Kementerian Tenaga lalu Informan Daya Mineral (ESDM), pemerintah pusat selain menerima dividen melawan saham 65 persen juga menerima 20 persen royalti dari besaran 3 persen hasil jualan logam timah. Sisanya, terang Safrizal, sebesar 16 persen untuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 32 persen untuk area penghasil, serta 32 persen untuk area yang tersebut berdekatan.
Dia berujar nilai itu sangat tiada sebanding dengan hasil penambangan yang diperoleh. Sebagai contoh, PT Timah yang mana menggarap 284.288,82 hektar atau meliputi 17,3% wilayah Bangka Belitung belum lagi bicara sektor swasta.
“Artinya, sebenarnya hanya sekali 0,48% dari persentase 3% terhadap nilai total jualan logam timah tiap tahunnya yang tersebut dibagikan untuk otoritas Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” jelasnya.
Dengan meningkatnya persentase royalti timah, diharapkan dapat menjadi faktor penyeimbang guna merealisasikan program-program rehabilitasi dan juga konservasi lingkungan. Demikian pula, hal ini dapat dijadikan faktor pendorong bagi stimulus perekonomian rakyat. Mengingat secara statistik, pertumbuhan perekonomian di tempat Babel belaka bertambah di area kisaran bilangan 1,03 persen.
“Kesempatan bertemu ini kami manfaatkan betul untuk mengupdate kondisi riil di area Bangka Belitung, termasuk penyampaian usulan kenaikan royalti timah pada bilangan bulat 5%. Respons sangat positif, kemudian insyaAllah dapat ditindaklanjuti di area tataran kementerian lalu dinas terkait,” kata dia.




