Oscar De La Hoya Mau Mati ketika Lawan Manny Pacquiao

Oscar De La Hoya pensiun pada bulan April 2009, empat bulan setelahnya kekalahan KO teknisnya dari Manny Pacquiao pada tahun 2008. Namun selama pertarungan itu sendiri, De La Hoya tidaklah hanya saja ingin kariernya berakhir, beliau juga ingin mati.
Sebelum menghadapi Manny Pacquiao, Oscar De La Hoya mendekati ulang tahunnya yang tersebut ke-36 dan juga telah dilakukan menjadi petinju profesional selama 16 tahun, ditambah dengan karier amatir yang dimaksud gemilang, termasuk medali emas di tempat Olimpiade Barcelona 1992.
Batas berat badan untuk De La Hoya-Pacquiao adalah 66,6 kilogram, menandai pertama kalinya “The Golden Boy” berkompetisi dalam kelas welter sejak kemenangannya pada tahun 2001 melawan Arturo Gatti. Untuk pertarungan melawan Pacquiao, De La Hoya menimbang berat badannya di dalam bilangan bulat 65,7 kg, yang tersebut paling ringan sejak 1997.
“Saya bertarung melawan Pacquiao dan juga saya seperti orang yang sudah ada tertutup pada waktu berjalan. Saya masuk ke di ring juga kaki saya gemetar, dan juga saya seperti, ‘Tolong pukul KO saya, hentikan saya pada sini,'” kata De La Hoya untuk pemain Hall of Fame, Shannon Sharpe, pada sebuah episode Club Shay Shay baru-baru ini.
“Saya seperti individu zombie. Saya kehabisan tenaga. Saya rasa saya pernah bertarung melawan Bernard Hopkins di dalam berat badan 72,5 kg [pada tahun 2004, meskipun pertarungan melawan Hopkins mempunyai berat badan sesuai kontrak 71,6 kg, juga De La Hoya datang dengan berat badan 70,3 kg. Lalu saya berkata, ‘Biarkan saya berani menjadi hebat lagi dan juga melawan anak muda yang tersebut mereka bicarakan dalam kelas 66,6 kg ini. Saya menimbang badan di tempat bilangan 65,3 kg. Saya adalah manusia kerangka. Itu terlalu berlebihan.”
De La Hoya menyatakan bahwa ia tahu bahwa ia tidaklah mempunyai kemampuan itu sejak awal. “Ronde pertama terjadi, ia meninju saya, saya bukan mampu membalas. Naluri saya tidaklah ada dalam sana. Otot-otot yang mana bergerak cepat tidak ada ada di area sana,” kata De La Hoya. “Saya benar-benar ingin meninggal pada berhadapan dengan ring. Pada ronde kedelapan semua orang ingin menghentikannya, atau ronde ketujuh, termasuk wasit kemudian pelatih. Saya berkata, ‘Tidak, saya ingin sekali lagi,’ sebab pada kepala saya, saya berpikir apabila beliau memukul saya, kemungkinan besar saya bukan akan bangun.
“Saya ingin seluruh hidup saya mati. Seluruh hidup yang mana saya jalani pada waktu itu. Harus menjalani rehabilitasi, harus melalui semua ketenaran serta uang dan juga wanita dan juga ini dan juga itu, itu sangat berat,” kenang De La Hoya. “Sekarang saya bukan dapat tampil. Sekarang saya tidaklah memiliki hal terakhir yang digunakan saya cintai, yang mana sudah pernah saya perjuangkan dengan keras. Saya tidaklah memilikinya lagi, maka akhiri belaka pada sini, di dalam sedang ring, pukul sekadar saya supaya saya mati.”
De La Hoya masih berada di tempat pojok ring pasca ronde kedelapan. Sharpe bertanya apakah De La Hoya seharusnya memohon pertarungan itu dijalankan di area kelas menengah junior. Pada tahun itu, Pacquiao memulai tahun 2008 sebagai juara kelas bulu super dengan kemenangan bilangan bulat terbelah melawan Juan Manuel Marqiuez, naik ke kelas ringan dengan kemenangan TKO menghadapi David Diaz, lalu naik ke kelas menengah untuk pertarungan melawan De La Hoya.
“Saya tidak ada mengira dia akan melakukannya [di kelas 69,8 kg],” kata De La Hoya. “Berat badannya naik. Itu mungkin saja terlalu berlebihan pada pada waktu itu. namun bahkan pada berat badan 69,8 kg, beliau mungkin saja masih dapat mengalahkan saya.”




