Pasar Altcoin Merosot, Ethereum Turun Lebih dari 10%

JAKARTA – Pasar altcoin, termasuk Ethereum (ETH) sedang mengalami penurunan di beberapa hari terakhir, di dalam mana ETH sempat menyentuh biaya USD2,790 pada 26 Agustus 2024, lalu sempat turun ke USD2,301 pada 9 September 2024. Penurunan ini menempatkan Ethereum pada titik terendah terhadap Bitcoin di hampir 3 tahun terakhir. Meski demikian, ada indikasi bahwa penurunan ini kemungkinan besar cuma sementara. Pasar altcoin tidak ada hanya saja dipengaruhi oleh perkembangan teknologi lalu sentimen investor, tetapi juga oleh arus likuiditas global.
Menurut laporan dari Cointelegraph, salah satu faktor yang tersebut mempengaruhi bursa altcoin adalah injeksi likuiditas dari Tiongkok yang digunakan cenderung meningkat pada akhir tahun juga mencapai puncaknya pada Februari. Jika likuiditas global meningkat, teristimewa dengan adanya kebijakan Quantitative Easing (QE) pada China juga Amerika Serikat, kita bisa saja mengawasi peningkatan signifikan di tempat lingkungan ekonomi altcoin.
Baca Juga: Skor Transaksi Aset Kripto di dalam Indonesia Naik 353,94% Tembus Rp344,09 Ribu Miliar
Quantitative Easing merupakan, kebijakan moneter non-konvensional yang diadakan oleh bank sentral dengan cara menambah jumlah total uang yang tersebut beredar di area pasar. Caranya, bank sentral membeli aset keuangan dari bank atau institusi keuangan, juga surat berharga milik pemerintah yang tersebut berjangka panjang. Tujuannya adalah agar rakyat tambahan mudah mendapatkan pinjaman atau kredit. Kebijakan ini biasanya diadakan ketika cara-cara biasa di mengatur sektor ekonomi sudah ada tiada lagi efektif.
CEO Indodax, Oscar Darmawan menilai bahwa kondisi pada waktu ini bukan lepas dari siklus yang tersebut kerap terjadi di area pangsa kripto, yang mana dipengaruhi oleh berbagai faktor global seperti kebijakan moneter lalu tren adopsi teknologi. Oscar juga mencatatkan data bahwa fluktuasi nilai tukar altcoin banyak kali mengikuti pola musiman kemudian pergerakan likuiditas global, teristimewa dari negara-negara besar seperti Amerika Serikat lalu China. Oscar juga menyoroti peran penting The Fed di menentukan arah pasar.
“Dengan The Fed yang berencana menurunkan suku bunga mulai bulan September, ini sanggup menjadi katalis bagi bursa altcoin untuk pulih serta tumbuh,” ujarnya.
Baca Juga: Pascainsiden Penembakan Trump, Gimana Reaksi Pasar Kripto?
Altcoin telah lama menjadi bagian integral dari portofolio penanaman modal para trader juga investor. Lingkungan Indodax menawarkan berbagai pilihan altcoin, termasuk beberapa yang mempunyai prospek besar di dalam masa depan. Ethereum (ETH), salah satu altcoin terbesar dalam dunia, terus menjadi favorit dalam kalangan pengguna Indodax, meskipun mengalami fluktuasi harga. Oscar menekankan pentingnya diversifikasi pada penanaman modal kripto.
“Di Indodax, kami selalu mengupayakan para pengguna untuk tidak ada hanya saja berfokus pada Bitcoin saja, tetapi juga mengeksplorasi peluang dari berbagai altcoin. Dengan demikian, mereka dapat memaksimalkan kesempatan penanaman modal pada sedang dinamika pangsa yang terus berubah,” ujar Oscar.




