Panglima Kostrad Melenggang Jadi KSAD di area Era Jokowi, Nomor 2 serta 4 Menantu Legenda Militer Indonesia

JAKARTA – Sejumlah Perwira Tinggi (Pati) Angkatan Darat memiliki karier mencorong di area era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tak hanya saja berhasil meraih jabatan Pangkostrad , lebih besar dari itu, beberapa di area antara diangkat menjadi KSAD .
Pangkostrad merupakan singkatan dari Panglima Komando Cadangan Krusial Angkatan Darat, salah satu jabatan tinggi di area struktur organisasi TNI AD. Pangkostrad adalah pemimpin satuan tempur utama milik Angkatan Darat yang dimaksud selalu siap diterjunkan untuk operasi melawan perintah Panglima TNI. Pangkostrad bertanggung jawab berhadapan dengan komando dan juga pengendalian operasi strategis Angkatan Darat, termasuk perencanaan, pelaksanaan, juga evaluasi operasi militer yang dimaksud berskala besar.
Panglima Kostrad dijabat oleh Pati TNI AD berpangkat Letnan Jenderal (Letjen) atau jenderal bintang 3. Saat ini Kostrad terdiri dari tiga divisi, yani Divisi Infanteri 1/Kostrad yang dimaksud bermarkas di dalam Cilodong, Depok, Jawa Barat; Divisi Infanteri 2/Kostrad dalam Singosari, Malang, Jawa Timur; lalu Divisi Infanteri 3/Kostrad berada di area Bontomarannu, Gowa, Sulawesi Selatan.
Jabatan Pangkostrad seperti batu loncatan untuk menggapai jabatan lebih tinggi tinggi. Di era kepemimpinan Presiden Jokowi, beberapa Pati TNI AD yang mana menjabat Pangkostrad diangkat menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD). Pangkatnya pun naik satu tingkat menjadi Jenderal TNI atau Jenderal Bintang 4. Siapa hanya mereka?
Panglima Kostrad yang Melenggang Jadi KSAD di tempat Era Jokowi
1. Jenderal TNI (Purn) Drs Mulyono, SIP

FOTO/IST
Nama yang digunakan pertama adalah Mulyono. Lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) 1983 itu resmi dilantik menjadi Pangkostrad pada 26 September 2014 atau tak lama setelahnya Presiden Jokowi berkuasa. Kurang dari setahun menjabat Pangkostrad, tepatnya pada 15 Juli 2015, Mulyono kemudian diangkat menjadi KSAD menggantikan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang mana dilantik menjadi Panglima TNI.
Melihat riwayatnya, Mulyono termasuk Pati TNI AD yang dimaksud mempunyai karier cemerlang. Ia pernah menjabat sebagai Danrem 061/Surya Kencana, Danrem 032/Wirabraja, Dirdok Kodiklat TNI AD, lalu Pangdam Jaya. Setelah itu, tentara kelahiran Boyolali, 12 Januari 1961 itu diangkat menjadi Pangkostrad dan juga mengakhiri masa dinasnya sebagai KSAD.
2. Jenderal TNI (Purn) Muhammad Andika Perkasa, SE, MA, MSc, MPhil, PhD

FOTO/DOK.SINDOnews
Selanjutnya ada nama Andika Perkasa. Lulusan Akademi Militer (Akmil) 1987 itu diangkat menjadi Pangkostrad pada 23 Juli 2018 lalu ditunjuk menjadi KSAD empat bulan kemudian pada 22 November 2018.
Andika Perkasa berkembang dan juga besar di area Kopassus. Beberapa jabatan strategis yang mana pernah diemban adalah Komandan Tim 3 Sat Gultor 81 Kopassus, Komandan Batalyon (Danyon) 32/Apta Sandhi Prayuda Utama Grup 3/Sandhi Yudha Kopassus, Danrindam Kodam Jaya/Jayakarta. Selanjutnya tentara kelahiran Bandung, 21 Desember 1964 itu diangkat menjadi Danpaspampres (2014), Pangdam XII/Tanjungpura (2016), lalu Dankodiklatad (2018).
Menantu tokoh intelijen Indonesia, Jenderal TNI (Horn) (Purn) AM Hendropriyono itu kemudian diangkat menjadi Pangkostrad pada 2018. Hanya empat bulan menjabat Pangkostrad, Andika kemudian diangkat menjadi KSAD. Menjelang pensiun, lulusan S3 The Trachtenberg School of Public Policy and Public Administration, The George Washington University itu diangkat menjadi Panglima TNI pada 2021.
3. Jenderal TNI (Purn) Prof Dr Dudung Abdurachman, SE, MM

FOTO/DOK.SINDOnews




