LPPM UBK Luncurkan Buku Bunga Rampai Periode Bung Karno Refleksi Membangun Karakter Bangsa

JAKARTA – Lembaga Penelitian dan juga Pengabdian Publik Universitas Bung Karno (LPPM UBK) melaunching buku Bunga Rampai Siklus Bung Karno Refleksi Membangun Karakter Bangsa di dalam auditorium Perpustakaan Nasional.
Ketua LPPM UBK Ali mengatakan, peluncuran buku bunga rampai yang tersebut bertajuk Refleksi Membangun Karakter Bangsa ini merupakan rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno.
Ali yang mana bertekad terus meluncurkan buku baru setiap peringatan keras Bulan Bung Karno mengucapkan terima kasih terhadap para penulis dari dosen lintas fakultas kemudian universitas dalam Jakarta.
“Peluncuran buku ini merupakan rangkaian dari kegiatan Siklus Bung Karno yang dimaksud dirayakan setiap tahunnya. LPPM UBK bertekad terus berkarya untuk menerbitkan buku-buku Bung Karno setiap tahunnya. Saya mengucapkan terima kasih untuk para penulis dari dosen lintas fakultas lalu universitas yang mana ada di dalam Jakarta,” ujar Ali, Selasa (10/9/2024)
Peluncuran buku yang diselenggarakan LPPM UBK dihadiri Ketua Umum Yayasan Pendidikan Soekarno Muhammad Marheandra Putra, Rektor UBK Didik Suhariyanto, kemudian para penulis selain dosen internal UBK juga dari berbagai kampus lainnya seperti Universitas Diponegoro, Universitas Guna Darma, Universitas Nahdlatul Ulama Jakarta, Universitas Muhamadiyah Maluku Utara, juga Universitas 17 Agustus Semarang.
Rektor UBK Didik Suhariyanto menegaskan pentingnya mendirikan karakter bangsa yang dimaksud telah dilakukan ditanamkan oleh pendiri bangsa kita Bung Karno. Jika karakter bangsa telah kuat, maka tidaklah ada lagi warga yang digunakan mau menerima kebijakan pemerintah uang.
Misalnya semata-mata oleh sebab itu sebungkus mi instan, warga mau milih kepala area yang mana tidaklah dikehendakinya. “Membangun karakter bangsa atau national building itu sangat penting, dikarenakan apabila karakter bangsa Indonesia telah kuat, maka tak adalagi rakyat yang dimaksud menerima kebijakan pemerintah uang atau hanya saja dengan sebungkus mi instan rela menggadaikan calon pimpinan wilayah pilihannya,” ungkapnya.




