HGB kemudian HGU Diobral Bagi Penanam Modal di dalam IKN, Andrinof Chaniago: Kebijakan Kebablasan

JAKARTA – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) periode 2014-2015 Andrinof Chaniago mengungkapkan kebijakan pemberian HGB dan juga HGU selama banyak tahun merupakan sesuatu yang kebablasan.
Andrinof menilai penanam modal atau para pelaku bidang usaha akan otomatis tertarik untuk berinvestasi ke sebuah wilayah ketika mengawasi prospek bidang usaha di dalam kawasan tersebut. Alih-alih memberikan insentif terhadap para investor, kebijakan yang dimaksud justru dianggap kelewatan.
“Tidak perlu itu (pemberian HGU serta HGB hampir 2 abad), itu kebablasan,” ujar Andrinov di acara Peluncuran Buku ‘9 Alasan kemudian 8 Harapan Memindahkan Ibukota’ di dalam Kementerian PUPR, Rabu (14/8/2024).
Menurutnya, potensi usaha akan tercipta ketika sebuah lingkungan hidup dan juga tumbuh di dalam sebuah wilayah. Maka yang digunakan penting untuk dipastikan adalah pembangunan sistem ekologi kota terlebih dahulu sebelum mengundang penanam modal masuk ke IKN.
“Biar hanya nanti kalau potensi kegiatan bisnis itu muncul otomatis pemodal baru akan tertarik, yang mana saya ingatkan sekarang ga kemungkinan besar kan penanam modal masuk sekarang, berat,” kata Andrinof.
“Maka bangun rumah sakit, relevan, sekolah, relevan, supermarket, relevan, taman rekreasi tempat hiburan ASN, relevan. Tapi nyari, mengundang pemodal yang tersebut mau taruh Rp50 triliun itu tidak ada logis,” tambahnya.
Seperti diketahui ketika ini otoritas mengeluarkan kebijakan untuk pemberian HGB (Hak Guna Bangunan) terhadap calon pemodal IKN selama 180 tahun, atau HGU (Hak Guna Usaha) selama 190 tahun. Harapannya skema ini menjadi insentif khusus bagi calon penanam modal IKN sebagai pemanis alias pelaris investasi.
Mengingat porsi pembiayaan APBN dipatok hanya saja 20% dari proyeksi permintaan dana konstruksi IKN sebesar Rp466 triliun hingga tahun 2045 mendatang. Sehingga porsi pembiayaan dari badan bisnis memegang harapan besar untuk keberlangsungan lalu keberhasilan proyek Ibukota baru tersebu




