Sanksi Anti-Rusia Membabi Buta, Kepatuhan Bekas Negara Soviet Ini adalah Mulai Tergerus

ASTANA – Kazakhstan bersumpah untuk mengutamakan kepentingan ekonomi nasional mereka sendiri, dibandingkan harus secara membabi buta mengikuti sanksi anti-Rusia . Hal ini ditegaskan oleh Wakil Pertama Menteri juga Menteri Perdagangan, Serik Zhumangarin untuk Bloomberg.
Pejabat negara yang disebutkan menyoroti bahwa Kazakhstan sudah ada memilih untuk tidaklah menerapkan larangan ekspor ball bearings ke Rusia, walaupun termasuk pada antara apa yang mana disebut unsur dan juga komponen pengaplikasian ganda. Disebutkan bahwa ball bearings dapat juga digunakan untuk tujuan militer kemudian sipil.
“Kami tiada akan membiarkan produsen kami sendiri dilarang dari perdagangan,” kata Zhumangarin.
Ia juga menambahkan, ada pabrik lokal dengan syarat Kazakhstan yang mana memproduksi ball bearings dengan spesifikasi yang tersebut biasanya hanya sekali digunakan di area Eropa timur kemudian negara-negara bekas Soviet.
Di sisi lain Kazakhstan disebutkan tetap saja mematuhi sebagian besar pembatasan di sanksi Barat . Alasannya oleh sebab itu negara bekas republik Soviet itu bukan akan tahan menjadi sasaran sanksi sekunder.
Zhumangarin juga mengungkapkan, bahwa perusahaan dalam negara itu yang mana masuk daftar hitam Departemen Keuangan Negeri Paman Sam pada waktu ini sudah ada ditutup.
Ditekankan oleh pejabat tinggi itu bahwa beberapa sanksi yang mana bertujuan memotong akses Rusia ke item ‘penggunaan ganda’ telah dilakukan merugikan Kazakhstan secara tiada proporsional. Sementara pemerintah Barat tidaklah berbuat banyak untuk memberi kompensasi untuk negara Asia Tengah, yang mana berbagi perbatasan terpanjang kedua dalam dunia dengan Rusia.
Menurut menteri perdagangan, Eurasian Resources Group yang dimaksud 40% dimiliki oleh Kazakhstan, sudah mengalami kerugian besar sejak sanksi memaksa perusahaan berhenti mengedarkan bijih besi ke Rusia dan juga beralih ke lingkungan ekonomi domestik.




