Bisnis Niaga serta Transmisi Gas Sumbang 73% Pendapatan PGN Triwulan II-2024

JAKARTA – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), subholding gas PT Pertamina (Persero), terus melakukan inisiatif untuk memperluas pemanfatan gas bumi di tempat berbagai segmen pelanggan dalam Indonesia. Selama 4 tahun, pendapatan konsolidasi menunjukkan tren kenaikan, dengan peningkatan 8% dari tahun 2020–2023, yang digunakan didukung oleh besar niaga gas kemudian transportasi gas yang digunakan merupakan kontributor utama sebesar kurang tambahan 70% bagi pendapatan Perusahaan.
Sejalan dengan peningkatan pendapatan, mulai tahun 2021 PGN dapat mengurus kemudian menjaga profitabilitas konsolidasi, yang sangat penting untuk menyokong kemampuan Perseroan untuk berinvestasi juga bertumbuh secara berkelanjutan.
Sepanjang enam bulan pertama tahun 2024, jumlah gas bumi yang tersebut mayoritas berasal dari gas pipa atau sebesar 99,6% kontribusi masih menjadi penopang utama kinerja PGN. Sedangkan untuk komersialisasi LNG regasifikasi sebesar 0,4%. Berdasarkan sumber gas, sebesar 38% berasal dari Pertamina Grup serta sisanya dari gas supplier lainnya termasuk Coridor Block.
Baca Juga: Ridwan Kamil Tiru Gaya Oke Gas Prabowo di tempat Kampanye pemilihan gubernur Ibukota
Pendapatan PGN pada semester I 2024 tercatat sebesar Mata Uang Dollar 1,839 miliar atau meningkat 3% dibandingkan periode yang mana identik tahun lalu (Year on Year/YoY). Pada ketika yang sejenis beban pokok pendapatan meningkat cuma 1% menjadi Mata Uang Dollar 1,432 miliar pada semester 1 2024 dibandingkan Dolar Amerika 1,415 miliar pada semester 1 2023 sehingga laba kotor tercatat naik 11% menjadi sebesar Simbol Dolar 407 jt dibandingkan Dolar Amerika 368 jt YoY.
“Secara keseluruhan, Perseroan sudah pernah menunjukkan pertumbuhan yang berkelanjutan serta profitabilitas yang mana meningkat. Kami percaya dengan terus menjalankan strategi usaha yang tersebut telah terjadi ditetapkan, melakukan pengelolaan operasional secara optimal serta efisien dan juga penerapan Manajemen keuangan juga Manajemen resiko yang mana prudent, Perseroan akan mampu menghadapi tantangan serta peluang,” ujar Direktur Utama PGN, Arief Setiawan Handoko, dikutip, Selasa (17/9/2024).
Demikian juga laba operasi naik 3% menjadi Dolar Amerika 293 jt dibandingkan Dolar Amerika 284 jt (YoY). Di pos bottom line, laba bersih PGN berhasil berkembang sebesar 28% menjadi Dolar Amerika 187 jt pada semester 1 2024 dibandingkan Mata Uang Dollar 145 jt pada semester 1 2023. Pada periode Semester 1-2024, pencapaian EBITDA cukup stabil yaitu sebesar Simbol Dolar 578 jt dikontribusikan dari penurunan laba selisih kurs kemudian beban penyusutan. Pencapaian EBITDA dikontribusikan 75% dari segmen niaga gas, transmisi gas lalu lainnya, juga 25% dikontribusikan dari segmen hulu.
Sedangkan lini perusahaan niaga gas lalu transmisi memberikan sumbangan sebesar 73% terhadap pendapatan perusahaan. Sebesar 11% dikontribusikan dari lini kegiatan bisnis hulu (Upstream) kemudian sebesar 16% sisanya adalah kontribusi dari lini usaha lainnya. Mengedepankan prinsip kehati-hatian di menjalankan rencana pembangunan ekonomi ditengah dinamika perekonomian nasional serta global, selama Semester 1- 2024 pencapaian Belanja Modal Perseroan sebesar US$ 70 jt dimana 44% penyerapan oleh segmen downstream juga lainnya, sedangkan 56% diserap oleh segmen hulu.
Untuk ketika ini serta kedepannya, infrastruktur pipa dengan infrastruktur gas bumi beyond pipeline akan menjadi skema andalan PGN di optimalisasi pemanfaatan gas bumi. Lantaran dari sisi operasional, secara umum pencapaian segmen niaga gas bumi juga dipengaruhi oleh ketidakseimbangan supply lalu demand. Terdapat penurunan besar pasokan gas pipa akibat natural decline (penurunan alami kondisi sumur) dari pemasok dalam wilayah Sumatera serta Jawa dan juga adanya libur Lebaran pada kuartal II-2024. Tantangan pasokan yang dimaksud perlu diantisipasi dengan mulai menambah pasokan gas dari LNG.
“Perusahaan terus menjalankan strategi yang tersebut terukur dan juga sejalan dengan rencana pemerintah untuk terus mengoptimalkan pemanfataan gas bumi sebagai energi transisi. Untuk itu perusahaan melakukan beberapa orang inisiatif diantaranya dengan mendirikan kemudian menambah infrastruktur gas bumi yang tersebut terintegrasi untuk menyokong perluasan segmen pengguna,” ujar Arief.



